Menu - Pages

Sabtu, 10 Desember 2011

When The Rain Come



Annyeonghaseyo yeorobun :D
Aku balik lagi nih. kali ini aku ngepost sebuah fanfic. Kebetulan ni fanfic pertama buatan aku. Jadi, mianhae ya kalau misalnya FF nya agak jelek trus agak gaje. Hehehe.. Langsung aja nih ya baca FF nya :)
Oh ya, sebelumnya aku mohon banget di comment ya FF-nya. No SR = Silent Readers!

Judul: When The Rain Come
Cast:
- Lee Donghae
- Park Na ra (OC)
Genre: Family, Love, Friendship.
Rate: All Ages^^
NB: semua nya Nara POV
Happy reading~

When The Rain Come

Tak biasanya kota Seoul diguyur hujan lebat pagi ini. Petir-petir dan gemuruh tak henti-hentinya bergelora diangkasa sana. Aku tak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan agar menghentikan hujan sementara. Hujan yang sangat deras  ini menghalangiku untuk pergi ke sekolah. Sebenarnya aku mau saja menempuhnya, tetapi eomma-ku melarangnya karena ia takut aku kenapa-napa dijalan. Yah, terpaksa aku berangkat kesekolah selepas hujannya reda. Untuk menghilangkan kebosanan, aku pun mengupdate twitterku.
*anggap aja mereka ngupdate twitt pake bahasa korea ya* *plak*
@NaraPark10
Hm... sepertinya Tuhan tidak mengizinkanku untuk kesekolah. Lihatlah, daritadi hujannya tak reda-reda. Ottokhae?  T_T”
Beberapa menit kemudian, aku melihat sebuah mention. Sepertinya ada yang membalas tweetku barusan. Cepat-cepat ku klik tombol mention itu.
@donghae861015
“@NaraPark10 Annyeong Nara-ssi. Ya! kau belum berangkat ya? pantas saja aku tidak melihatmu dikelas^^”
Huh. Ternyata si Lee Donghae, dia teman sekelasku. Dia adalah namja yang cukup populer disekolah. Seorang kapten tim basket sekolah. Digilai para yeoja. Termasuk aku. Hehe. Tapi itu dulu. Dulu ketika aku masih kelas 10, aku sempat menyukainya karena ku kira dia itu seperti pangeran di negeri dongeng. Tetapi ternyata semenjak aku satu kelas dengannya, perasaan suka ku padanya hilang begitu saja. Sekejap sosok pangeran yang melekat padanya, kini telah berganti menjadi sosok evil dibenakku. Bagaimana tidak? Pas pertama aku bertemu dengannya ia sudah membuat ku kesal. Ia senang sekali menjahiliku dan usil padaku. Itu yang membuat ku ilfil padanya. Huh!
Kembali lagi ke twitter. Tanpa pikir panjang. Dengan segera ku balas mentionnya itu.
@NaraPark10
“@donghae861015 Annyeong Donghae-ssi. Dirumahku masih hujan. Eomma tidak mengizinkanku pergi kalau hujannya belum reda. Ottohkae Hae-ssi? T_T ohya, apakah Kim songsaenim sudah datang?”
Tak sampai satu menit kemudian, mentionku dibalas lagi oleh Donghae.
@donghae861015
“@NaraPark10 hahaha, itu deritamu Nara-ssi :p tenang saja, Kim songsaenim hari ini tidak datang~ kau beruntung!~ ^^”
Grr... Menyebalkan sekali bocah ini. Sudah tahu aku sedang kesusahan, dia malah meledekku. Kulihat jam dinding dikamarku. Omo! Sudah jam 07.25, sudah 25 menit aku terlambat. Tapi setidaknya, aku tidak ketinggalan pelajaran hari ini karena Kim songsaenim tidak datang pagi ini. Kali ini ku alihkan pandanganku keluar jendela, hujannya sudah tak selebat tadi, tetapi petir-petir dan suara gemuruh masih saja tidak berhenti-henti.
Tok tok! Suara pintu membuyarkan lamunanku. Lalu kudengar suara eomma memanggilku. “Nara, ada temanmu yang menjemputmu nih. Ayo cepat! Dia sekarang sedang menunggumu dibawah!” Hah? Temanku? Siapa? Setahuku teman-temanku sudah pada sampai disekolah.
“Nugu eomma?” tanyaku pada eomma.
“Mollayo. Dia ada dibawah sekarang. Menunggumu,” jawab eomma sambil berlalu kedapur.
Dengan segera akupun langsung turun kelantai bawah menuju pintu. Kulihat seorang namja sedang bersandar di dinding depan pintu rumahku sambil menggosokkan kedua belah tangannya. Tampak sekali ia kedinginan. Tunggu. Sepertinya aku mengenal namja itu. Ah... Itu bukannya... Donghae?! Lee Donghae?! Sejak kapan dia kesini? Bukannya ia bilang tadi dirinya telah disekolah? Ia tampak terkejut karena menyadari akan kehadiranku. Tak sampai sedetik kemudian, ia tersenyum ke arahku. Maniiis sekali. Lama-lama aku bisa kehabisan nafas karena senyumnya itu.
“Annyeonghaseyo Nara-ssi. Hehe, aku sengaja menjemputmu. Aku tak tega melihatmu ketinggalan pelajaran hari ini. Ayo masuk,” Kemudian ia berjalan ke arah mobilnya dan membukakan pintunya untukku.
“Ya!! Kau bilang kau sudah disekolah kan? Kenapa kau menjemputku?” tanyaku.
“Ya sudah kalau kau tak mau, lebih baik aku kembali lagi. Sepertinya hujannya tak akan berhenti sampai sore nanti,” Ekspresi mukanya mulai berubah lagi, lalu kulihat ia mau menutup pintu mobilnya. Aish! Anak ini menyebalkan sekali.
“Aish! Kau ini. Ne, ne. Aku akan ikut denganmu Donghae-ssi. Kau tunggu disini ya, aku mau mengambil tasku dulu. Tunggu aku!” ucapku lalu masuk kerumah. Tak sampai 3 menit kemudian aku pun kembali lagi ke luar. “Oke, aku sudah siap. Kajja! Kita berangkat!”
“Silahkan masuk tuan putri,” Deg! Ucapannya barusan membuat jantungku tiba-tiba berdetak kencang. Sudah dipastikan sekarang mukaku merah karna malu.
“Aish! Kau ini Donghae-ssi. Jangan memanggilku tuan putri. Aku nggak suka,” ucapku sambil menunduk. Berusaha sebisa mungkin agar mukaku yang merah tak terlihat olehnya.
“Baiklah, kalau begitu jangan panggil aku ‘Donghae-ssi’, tapi panggil aku ‘oppa’, biarpun kita sekelas, aku lebih tua 1 tahun lho daripada kamu.” pintanya sambil tersenyum misterius.
“Mwo?! Shirreo! Aku tidak mau! Lagian jarak umur kita kan cuma 1 tahun?!” jawabku sambil masuk kedalam mobilnya. Kemudian ia menutup pintu. Lalu, tak lama kemudian ia sudah berada di kursi pengemudi disebelahku.
“Ya sudah kalau kau tak mau memanggilku ‘oppa’, aku tidak akan menjalankan mobil ini. Dan kita akan disini terus sampai kau memanggilku dengan sebutan ‘oppa’! ” Aish! Kenapa anak ini jadi semakin menyebalkan sekali? Hhh~ ya sudahlah, terpaksa aku turuti kemauannya. Lagian hanya memanggilnya ‘oppa’ saja apa susahnya sih?
“Donghae oppa, kajja! Kita berangkat, kita udah terlambat nih,” ucapku sambil bergaya aegyo dihadapannya.
“Ya! Jangan ber-aegyo seperti itu. Tidak cocok denganmu, Nara-ya^^ Hahaha..” ucap Donghae sambil mengacak rambutku pelan. Tak lama kemudian Donghae pun menjalankan mobilnya. Selama perjalanan di mobil, kami pun hanya diam. Kami terlalu sibuk dengan fikiran kami masing-masing. Hanya terdengar suara rintik-rintik hujan yang sudah mulai agak mereda. Tiba-tiba Donghae oppa membuka suara. Memecah keheningan kami. “Hei, Nara-ya....”
“Ne Donghae-ssi, eh Donghae oppa?” sahutku. Sepertinya aku belum terbiasa untuk memanggilnya ‘oppa’ --“
“Sekarang sudah jam 8 lewat. Kita sudah terlambat satu jam. Bagaimana kalau kita bolos sekolah saja? Kita bisa pergi jalan-jalan, atau hm... kencan?! Bagaimana?!” tanyanya sambil mengeluarkan evil smirknya. What?!
“MWO?!!!”

*END*

HAHAHAHA!!! *plak*
Gimana? Jelek kan? Ancurkan? Maklum saya masih baru^^
Alhamdulillah. Jadi juga akhirnya. Maaf ya kalau misalnya ada yang nggak ngerti/nggak jelas, atau ada typo, maklum karena saya masih baru *bow*
X(
Sebenarnya saya bikin ff ni cuma iseng aja, kebetulan waktu itu pas mau pergi sekolah hari Senin pagi2nya hujan lebat, jadi terpaksa nunggu hampir setengah jam lebih. Pas lg nungguin hujan reda tiba-tiba dapat inspirasi deh :)) hehe...
Gomawo udah mau baca^^
Di tunggu commentnya yaaa -_-






3 komentar: