Perkenalan
karya: MN
Pagi itu suasana kelas berjalan seperti biasa. Adin, gadis itu biasa dipanggil, duduk termenung dibangkunya. Sesekali ia melirik ke arah sang guru yang sedang menerangkan materi pelajaran. Geografi. Sangat membosankan, pikirnya. Tak lama kemudian Adin melihat ke sekitarnya, ada siswa yang tidur, mengobrol dengan suara yang kecil, bahkan beberapa siswa lelaki dipojokan kelas terlihat sedang bermain game di laptop. Huh. Dasar.
Adin pun melihat ke arah jendela disampingnya. Terlihat hamparan taman belakang yang luas dan damai. Namun bukan itu yang menjadi objek sasaran matanya. Melainkan seorang siswa laki-laki yang sedang bersandar di sebuah pohon yang rindang. Semilir angin membuat beberapa helai rambut cowok itu tertiup. Menyibakkan mukanya. Tampan, pikir Adin. Ya, cowok itu adalah Danar, kakak kelas Adin. Tampan, terkenal, kaya, siapa juga yang tidak tertarik padanya, termasuk Adin. Kapten tim basket sekolah yang sukses memesonakan setiap orang disepanjang pertandingannya. Eh. Tunggu. Tak biasanya Danar pergi ke taman belakang. Adin melihat sesuatu yang agak tidak beres dengan Danar. Muka Danar sedikit pucat dan fisiknya terlihat agak lemah. Tak seperti biasanya saat di lihat di pertandingan. Saat sedang asik memperhatikan Danar. Tiba-tiba....
"ADIN!" suara guru Geografi mengejutkan Adin.
"Ya... Pak?" jawab Adin tergugup.
"Bisakah kamu menjelaskan kembali materi yang saya terangkan tadi? Hm?!"
"Ng... T.. Ti.. Tidak Pak...."
"Makanya! Kalau guru menerangkan tolong diperhatikan! Keluar kamu dari kelas saya!"
"T.. Tt.. Tetapi Pak...."
"KELUAR!!!"
Dengan langkah gontai, Adin pun melangkah keluar kelas diiringi oleh cekikian teman sekelasnya. Padahal mereka tadi juga tidak memperhatikan. Cuma aku saja yang kena sial. Rutuk Adin dalam hati. Tiba-tiba terlintas ide di kepala Adin. Ia pun memutuskan untuk pergi ke taman belakang. Siapa tau ia bisa bertemu dengan Danar, pikirnya.
Tak lama kemudian sampailah Adin di taman belakang sekolah. suasananya sangat damai. Bunga yang bermekaran, dan angin semilir yag berhembus.
"Benar juga, taman belakang ini memang indah sekali. Pantas saja Kak Danar merasa nyaman disini. Oh ya, ngomong-ngomong Kak Danar dimana ya?" gumam Adin.
Dilihatnya pohon rindang tempat Danar tertidur tadi, kemudian dilangkahkannya kakinya kearah pohon tersebut. Namun nihil. Tidak ada siapa-siapa. Terlintas segurat kekecewaan diraut mukanya.
"Mungkin dia sudah masuk ke kelas, lebih baik aku tiduran disini aja sampai selesai pelajaran geografi..." gumamnya lagi.
Adin pun merebahkan dirinya di pohon rindang tadi. Kemudian memejamkan matanya. Belum sempat ia terhanyut di dalam mimpi. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.
"Hei..."
"EH?! Kak Danar?" jawab Adin terkejut.
"Hahaha... Hai. Kamu yang melihat aku dari lantai 3 tadi kan? Aku nyadar loh, segitunya kali kamu melihat kakak. Kenalkan, nama aku Danar. Kamu siapa? Dan kelas berapa? Pasti kamu adik kelasku," ucap Danar panjang lebar sambil tersenyum manis. Semakin membuat ketampanannya bertambah.
Adin terpaku. Melongo. Dan kemudian tersadar.
"Eee.. eh. Aku Adin kak. Kelas X-1...."
"Salam kenal Adin. Mau mocca float?" tanya Danar sambil menyuguhkan segelas cup mocca float.
Dan kemudian perkenalan di antara Adin dan kakak kelas, Kak Danar dimulai, dan mereka mulai menjalani pertemanan yang akrab.
END :)
atau lanjut? haha =)
lanjuttt
BalasHapus